Thursday, March 31, 2005



See You, Insanians!

If life is like motion pictures, may my time with you be the greatest picture of them all. With all the wonderful scenes that will never be faded in time.
Sincere thanks & best wishes for the future.
Past & Present:
Shafri Mohamad, David Soo, Yvonne W, Mike Oktalina, Yussy, Dian, Ganesha Tamzil, Pipiek Prahastuty, Nadya Prayudhi, Budi Suhartono, Fahroni, Ratu Astrid, etc.

Thursday, March 17, 2005

Event of the Year

Incognito, Lizz Wright, etc.
Visit
my photo blog to see pictures of them on stage!

Sayang ngga bawa kamera pas hari pertama, Laura Fygi & Tania Maria getooo lowhhhh…

*sad event juga sih :(*

Friday, March 11, 2005



Sebuah Permohonan Maaf

Aku mohon maaf atas mentari yang bersinar terik membakar kulitmu
Aku mohon maaf atas rembulan yang menebar dingin di atas kesendirian
Aku mohon maaf atas air mata mentari yang menetes menjadi debu
Aku mohon maaf atas semesta yang memisahkan mentari dan rembulan

Aku mohon maaf atas mawar merah yang kini menghitam layu
Aku mohon maaf atas kenangan yang telah tertelan waktu
Aku mohon maaf atas kata-kata yang pernah terangkai
Aku mohon maaf atas pudarnya foto usang yang pernah terbingkai

Aku mohon maaf atas terangnya api lilin yang kini telah meredup
Aku mohon maaf atas kebencian yang kini menyala merah
Aku mohon maaf atas jalan yang membuatmu tersesat dalam hidup
Aku mohon maaf atas duka dan kecewa yang menjelma menjadi amarah

Aku mohon maaf atas manisnya gula dan pahitnya kopi
Aku mohon maaf atas angin yang sempat membawa daun pergi
Aku mohon maaf atas kecutnya senyum dan getirnya tawa
Aku mohon maaf atas getaran-getaran yang pernah merasuk jiwa

Aku mohon maaf atas semuanya…

*Terimakasih atas semua keindahan yang pernah tercipta*

Thursday, March 10, 2005





Jigsaw Sejuta Keping.

Apa yang membuat Anda sayang kepada pasangan Anda?

Mungkin Anda pernah membaca pertanyaan ini di sebuah majalah gaya hidup wanita, atau majalah pria, atau sangat mungkin keluar beberapa kali dari mulut pasangan Anda sendiri. Bukan karena ia mempertanyakan rasa sayang Anda, tapi mungkin ia hanya ingin mendengarnya langsung terucap dari bibir Anda. Walapun hanya sekedar untuk membuatnya nyaman.

Bagi sebagian orang langsung terbersit rangkaian jawaban dengan mudahnya. Aku sayang kamu karena kamu baik, karena kamu cantik, karena kamu perhatian banget sama aku, bla… bla… bla… Sangat mudah bukan, untuk merangkai jawaban seperti ini.

Tapi ngga tahu kenapa, pertanyaan ini buat saya menjadi sedikit absurd dan agak sulit dijawab. Nanti jika ada yang lebih baik dari aku gimana? Apalagi ada yang lebih cantik dari aku? Atau bagaimana jika ada yang lebih perhatian ke kamu? Nah, buyar deh semua jawaban yang telah keluar.

Salah ngga sih kalau kita bilang, aku sayang kamu karena semuanya. Iya, SEMUANYA. Bukan karena ingin cari aman, tapi emang begitu adanya. Seperti ribuan keping teka-teki jigsaw yang tersusun satu per satu. Keseluruhan hal-hal kecil dari diri mereka yang terepresentasi dalam satu pribadi yang utuh. Pribadi yang selalu ada di sisi kita.

Terus, bagaimana dengan pertanyaan: Apa yang Anda benci dari pasangan Anda?

Jika emosi Anda sedang meningkat tinggi, jawaban untuk pertanyaan ini akan tumpah ruah dengan mudahnya. Hal yang selama ini tak pernah menjadi masalah, saya jamin akan menjadi bagian-bagian besar yang mewarnai rangkaian jawaban Anda. Entah Anda sekedar ingin bersikap jujur, atau memang dengan intensi untuk menyakiti. Bukan tak mungkin, jawaban Anda akan menyulut babak perang baru, yang lebih menyakitkan.

Jika keadaan sedang normal atau suasana hati lagi enak, Anda mungkin malah kehilangan jawaban. Tapi tetap menggerutu tentang bagaimana ia membuang tissue bekas sembarangan, ngupil seenaknya, kalau janjian suka telat, pergi ngumpul sama teman di pub ngga bilang-bilang, ngga pernah sholat, dsb.

Apalagi, jika ada hal-hal yang baru saja Anda ketahui mengenai seseorang yang selama ini Anda kira telah mengenalnya sangat dekat. Hal-hal baru? Atau perubahan? Atau selama ini Anda saja yang belum tahu?

Kulit kan kadang beda sama isinya. Sedih aja kalau baru tahu sekarang. Kalau hal tersebut menyenangkan mungkin ngga akan jadi masalah. Tapi kalau hal tersebut tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Derajat kesedihan akan meningkat drastis. Tingkat kekecewaan akan melonjak tajam.

Sama seperti banyaknya hal yang Anda sayangi dari pasangan Anda, ratusan ribu kepingan hal-hal yang Anda benci dari pasangan tersusun satu per satu. Baik untuk Anda benci atau mau Anda terima. Pahit memang rasanya harus menelan ribuan keping hal-hal yang tak Anda suka.

Anyway, semua kepingan jigsaw ini tersusun bukannya tanpa alasan. Kita juga bukan orang bodoh yang menyusun teka-teki jigsaw segini banyak tanpa tujuan. Sampai semua tersusun rapi sejuta keping teka-teki jigsaw ini, kita mungkin akan menemukan jawaban, bahwa ia orang yang tepat untuk kita.

Atau kita akan membiarkan sejuta kepingan ini tetap tercecer sendiri-sendiri…

*susahnya memungut keping-keping yang tercecer*

Thursday, March 03, 2005



Until…

Until the day we become one
Until the day that you are me and I am you


Aduh, manis banget ngga sih dua lines di atas? Jika dua orang manusia bisa menjadi satu. Satu pikiran. Satu hati. Dua tubuh dan dua jiwa yang menjadi satu.

Bisa mengerti perasaan pasangan, tanpa harus ada yang bersusah payah menyusun kata-kata yang tertuang dalam kalimat nan indah. Bisa mengerti kemauan pasangan, tanpa harus ada yang memproklamirkan pernyataan-pernyataan dan tuntutan-tuntutan. Bisa menyamakan pikiran, tubuh, hati dan jiwa, tanpa ada pemaksaan dan tekanan.

Sampai pada saat “the day”, hidup akan terasa sangat lengkap. Mungkin kita ngga akan pernah minat lagi kepada hal-hal lain di dunia ini. Mungkin kita ngga akan pernah minta yang lain. Buat apa lagi?

Tapi jangan mimpi, “the day” tak akan datang dengan sangat mudahnya. Andai saja menyatukan dua anak manusia begitu gampangnya. Akan banyak perbedaan. Akan banyak pertikaian ego. Akan banyak pertanyaan dan pernyataan yang disertai amarah. Akan banyak rasa dingin dan rasa basi yang menyelimuti suasana hati.

The day” mungkin tak akan pernah terjadi. Mungkin “We” masih tetap berupa dua orang yang berbeda. Mungkin “You” akan tetap menjadi dirinya sendiri, begitu pula nasibnya dengan “Me”.

Belum lagi kalo kita menyebut tokoh-tokoh absurd seperti faktor eksternal. Akan banyak tokoh-tokoh jahat ini yang berkeliaran di sudut-sudut jalan. Akan banyak faktor X bertebaran yang bisa mengganggu di tengah jalan nanti. Faktor X yang akan selalu menimbulkan keraguan dan ketidakpastian.

Pesimis? Aduh, jangan dulu. Sayang sekali harus ngelepas semuanya, hanya karena angan-angan berbeda dengan kenyataan. Sayang sekali harus membuang semua tanpa sisa, hanya karena mimpi tak seindah yang dibayangkan. Tapi sedikit usaha rasanya menjadi sangat berharga.

Terus usaha, hingga hal yang ngga mungkin bisa menjadi mungkin. Hingga matahari bisa bertemu bulan. Hingga cinta dan benci bertegur sapa. Hingga langit dan bumi bisa jadi satu. Hingga air mata menetes beku.

Terus aja usaha. Until the day, until the time that time stands still...

Until the rainbow burns the stars out in the sky
Until the ocean covers every mountain high
Until the dolphin flies and parrots live at sea
Until we dream of life and life becomes a dream
Until the day is night and night becomes the day
Until the trees and sea just up and fly away
Until the day that 8x8x8 is 4
Until the day that is the day that are no more
Until the day the earth starts turning right to left
Until the earth just for the sun denies itself
Until dear Mother Nature says her work is through
Until the day that you are me and I am you
- Stevie Wonder “As”-

Image: Atlas Supports the Heavens on his Shoulders, 1731 (engraving)